3 posts tagged “taman nasional laut kepulauan seribu”
KOMPAS
Hobi
SENSASI MENYELAM DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU
pernah menyelam di perairan ini," kata Kepala Balai Taman Nasional
Laut Kepulauan Seribu Sumarto. Kalimat bernada "tantangan" itu
mengena di hati. Menyelam? Scuba diving? Ah, mengapa tidak?
dengan KM Dephut bermesin 500 PK dan berkecepatan 40 knot itu
ditempuh dalam waktu satu jam, untuk mencapai Pulau Pramuka. Di pulau
inilah kantor Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNLKS) berdiri.
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu itu ada tempat khusus untuk
menyelam. Tempat yang dibangun sejak dua tahun lalu itu juga
sekaligus sebagai penangkaran ikan hiu. Namun tak perlu cemas, ikan
hiu muda itu tak akan lepas.
asli yang lahir di Kepulauan Seribu. Mereka kenal air sejak kecil,
laut adalah wilayah yang dikuasai. Sebelum mengenakan peralatan
menyelam (scuba diving), peserta selam diwajibkan melakukan
pemanasan, seperti halnya pemanasan olahraga.
(kaki katak), sampai tabung oksigen. "Kita mulai dengan melakukan
snorkeling dulu," kata Umar, instruktur selam. Dengansnorkeling,
keindahan biota laut dapat dilihat dengan berputar- putar di
permukaan laut, tanpa harus menyelam ke bawah laut. Jika hanya
snorkeling tetap kurang puas, karena yang dilihat hanya terbatas.
Instruktur selam lalu meminta bersiap-siap menyelam. Perasaan
waswas sempat muncul, karena ini kali pertama melakukan menyelam.
Namun, karena niat dan tujuan utama kedatangan ke Kepulauan Seribu
adalah belajar menyelam, rasa waswas pun sirna. Ternyata, tidak perlu
ada yang dicemaskan setelah berada di bawah laut.
laut yang luar biasa ciptaan Tuhan. Ada dunia lain di bawah laut yang
menakjubkan. Menyaksikan ikan berwarna- warni berseliweran di depan
wajah kita. Tiba-tiba ratusan,mungkin juga ribuan ikan kecil melintas
di dekat kita. Ikan-ikan itu seperti berbaris, ramai-ramai ke atas,
lalu ke bawah lagi.
habis-habisnya kagum dengan ciptaan Tuhan.
Di bawah laut, kita melihat terumbu karang yang menyimpan
keindahan alam. Makin jauh ke dalam, makin banyak sensasi yang
dialami. Ada ikan pari tibatiba lewat lalu bersembunyi di balik
karang di dasar laut. Waw! Sulit sekali melukiskan dengan banyak kata
karena sensasi ini harus dialami sendiri.
telinga mengalami sakit. Memang benar. Perubahan tekanan udara
menyebabkan telinga kita sakit, tetapi ini dapat diatasi dengan
mudah. "Tak perlu cemas. Tutup saja lubang hidung beberapa saat,"
kata Satibi, instruktur selam kelahiran Pulau Kelapa.
arah utara Pulau Pramuka, Rabu (13/6) pagi, perahu nelayan berhenti
di tengah laut. Dari situlah peserta menyelam ke tempat yang lebih
dalam, lebih jernih, lebih warna-warni.
hingga 12 meter sudah sangat baik," kata Saeran.
Memang, yang dibutuhkan saat menyelam adalah ketenangan. Tak
perlu panik jika, misalnya, air laut masuk ke dalam hidung atau
menyusup masuk masker. Naik perlahan-lahan ke atas permukaan laut,
perbaiki dulu peralatan, kemudian menyelam lagi dengan tenang.
menyelam. "Saya sampai ke kedalaman lebih dari 18 meter," ungkapnya,
puas.
Seribu, jangan lupa menyelamlah! Jika belum pernah menyelam sama
sekali, jangan khawatir! Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu
menyediakan instruktur selam berpengalaman.
minimal 10 orang selama tiga hari Rp 15 juta atau Rp 1,5 juta per
orang. "Ini harga paket termurah di dunia," ungkap Sumarto.
mengendarai sepeda di jalan raya. Sedangkan gangguan kesehatan yang
terjadi hanya dua, yaitu mabuk laut dan kulit terbakar, yang semuanya
dapat diatasi dengan mudah.
pada laut. Akan tetapi jika sudah pernah sekali melakukan scuba
diving, yakinlah Anda pasti ketagihan!
FOTO di blog ini foto saya seusai melakukan diving di perairan Pulau Semak Daun di Kepulauan Seribu, sedalam 12 meter. Terima kasih kepada Mas Sumarto yang mengambil gambar ini.
KOMPAS
Wisata
ke Kepulauan Seribu? Salah satu tempat yang relatif murah yang dapat
Anda kunjungi adalah Pulau Pramuka, pusat pemerintahan Kabupaten
Administratif Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.
tiga paket wisata bahari yang dikemas Balai Taman Nasional Laut
Kepulauan Seribu (TNLKS) dengan harga relatif terjangkau.
membayar Rp 600.000 per orang (maksimal 30 orang dan kelipatannya),
tetapi sudah dapat menikmati 15 obyek wisata bahari, sudah termasuk
biaya transportasi, akomodasi (AC/TV), dan logistik (tujuh kali makan
dan 5 kali snack). Menginap selain di mes, juga di homestay milik
warga setempat.
dari Marina Ancol butuh waktu satu jam. Dari pelabuhan rakyat Muara
Angke, menggunakan kapal kayu (ojek) butuh waktu dua setengah jam.
Wisatawan berhenti di Suaka Margasatwa Pulau Rambut seluas 45
hektar, yang ditumbuhi hutan bakau rimbun dan terumbu karang indah,
dan didiami puluhan ribu ekor burung.
administrasi dan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu, Anda akan
disambut dengan es kelapa muda segar dan sukun goreng, atau dodol
rumput laut, makanan khas setempat.
Pusat Wisata Pendidikan dan Konservasi Laut. Pengunjung belajar
sembari menikmati kegiatan wisata, termasuk wisata outbound dan
sembilan elemen highropes," kata Kepala Balai TNLKS Sumarto di Pulau
Pramuka, pekan lalu.
anakan penyu sisik dan melihat Laboratorium Hatchery Biota Laut
Langka. Juga dapat memberi makan penyu dan melepas tukik ke laut.
menanamnya. Juga dapat melakukan transplantasi karang hias bermetode
rockpile yang mudah, murah, ramah lingkungan dengan tingkat
keberhasilan tinggi. Mangrove, lamun, dan karang merupakan tiga
ekosistem laut yang berperan penting membangun ekosistem laut
Kepulauan Seribu yang optimal.
di TNLKS, termasuk siklus metamorfosa kupu-kupu.
Selain menikmati panorama alam bahari dan budaya masyarakat
diving (menyelam) secara awal. Kesempatan ini membuat banyak orang
makin cinta bahari karena mereka dapat menyelam di bawah laut,
menyaksikan keindahan alam bahari yang luar biasa. Aktivitas ini
dapat Anda lakukan di baliho apung taman nasional dan di kawasan
PerlindunganLaut Masyarakat Kepulauan Seribu, atau secara khusus di
kawasan penangkaran karang hias.
Pengunjung dapat mengunjungi resor wisata Pulau Kotok, lokasi
program rehabilitasi elang bondol dan kijang, serta ke akuarium bawah
laut di Pulau Putri. Anda juga diperbolehkan memancing, membakar
ikan, dan membuat api unggun. Bayangkan, makan ikan bakar di laut,
apa enggak asyik tuh?
diskusi, termasuk peralatan sound-system-nya, serta fasilitas
olahraga, mulai dari tenis, bulu tangkis, voli pantai, tenis meja,
sepak bola sampai fitness.
dan kelautan seperti ikan konsumsi (bandeng dan kerapu), rajungan,
kima, teripang, rumput laut, dan ikan hias. Anda juga boleh memberi
makan ikan-ikan besar seperti ikan napoleon, barakuda, platak, kue,
dan julung-julung dalam jaring apung. Pengunjung dapat belajar
bagaimana proses budidaya ikan konsumsi skala kecil dan skala
industri milik PT Nusa Ayu Karamba, termasuk atraksi cabut duri
bandeng.
hias, dikelola nelayan di Pulau Panggang, yang bersertifikasi
internasional. Anda pun dapat membeli koleksi ikan hias.
menginap di Pulau Pramuka itu sangat murah. Untuk 30 orang menginap
empat hari tiga malam nilainya Rp 18 juta. Di pulau resor biayanya
mencapai Rp 100 juta, dengan obyek sama. Sebab pengunjung resor harus
ke Pulau Pramuka dan pulau permukiman lainnya. Lagi pula, apa-apa
mesti bayar lagi. Namun, jika Anda memilih paket tiga hari dua malam,
biaya yang dikeluarkan Rp 500.000 per orang, maksimal 30 orang, atau
paket dua hari satu malam Rp 400.000 per orang.
murah meriah, tetapi sarat pengetahuan bahari.
MELONGOK "SURGA"-NYA BURUNG-BURUNG...
menyebabkan Jakarta memiliki predikat sebagai satu-satunya ibu kota
negara di dunia yang memiliki taman nasional laut.
Nasional Laut Kepulauan Seribu (BTNLKpS) adalah Pulau Rambut, yang
acap disebut sebagai "surga burung".
daratan, ini memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, baik
flora maupun fauna.
suaka margasatwa ini, pada Maret sampai Juni terdapat sekitar dua
juta burung.
Sebanyak 22 jenis burung merandai (burung air) dan 39 jenis burung
darat. Sebagian besar burung air atau burung laut adalah burung
penetap yang menghuni Pulau Rambut sepanjang tahun," kata Kepala
BTNLKpS Sumarto di sela-sela kunjungan ke Pulau Rambut, Rabu (15/8).
Jawa atau pulau lain di Kepulauan Seribu untuk mencari makan pada
pagi hari dan kembali ke Pulau Rambut pada sore hari untuk
beristirahat.
Marina Ancol dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, dari Muara Angke
dengan perahu motor (sekitar 90 menit),dari Pelabuhan Kamal dengan
perahu motor (sekitar 60 menit), dan dari Tanjung Pasir, Tangerang,
dengan perahu motor (sekitar 30 menit).
karena siapa tahu, dalam perjalanan, kepala Anda terkena kotoran
burung. Jangan heran jika di sepanjang perjalanan, Anda berpapasan
denganbiawak ataupun melihat ular sedang asyik tidur di dahan pohon.
Biawak itu bisa melintas di depan kita.
biasa sebab ini bukan kebun binatang. Di Pulau Rambut, kita bisa
melihat langsung ular piton sepanjang 10 meter dan berat 50 kilogram
sedang bercengkerama di batang pohon.
Untuk memudahkan pengunjung melihat burung-burung dari kejauhan,
BTNLKpS membangun menara setinggi 15 meter. Di sini pengunjung dapat
melihat burung-burung yang mendiami pohon. Dari kejauhan bahkan
seolah pohon-pohon itu "pohon burung" karena sejauh mata memandang,
yang terlihat memang selalu burung.
merah (Ardea purpurea), cangak abu (Ardea cinerea), kuntul besar
(Egretta alba), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul karang
(Egretta sacra), bluwok (Mycteria cinerea), roko-roko (Plegadis
falcinellus), pecuk ular (Anhinga melanogaster), kuntul sedang
(Egretta intermedia), dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis).
FOTO di blog ini foto burung bangau di Pulau Rambut, oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS