PENGEMBANGAN KOTA
Kitakyushu, dari Istana Kokura hingga Riverwalk
oleh R. Adhi Kusumaputra
Kitakyushu, kota seluas 485 kilometer persegi dan berpenduduk 1,1 juta jiwa ini, terletak di utara Pulau Kyushu di sebelah barat Jepang. Lokasinya strategis, berada di poros antara Tokyo dan Shanghai (China).
Kitakyushu, salah satu dari empat pusat industri terbesar di Jepang, hampir saja menjadi salah satu korban bom atom pada Perang Dunia II tahun 1945. Target utama pasukan Sekutu setelah Hiroshima adalah Kitakyushu. Namun, karena saat itu kota ini ditutupi awan, target pun pindah ke Nagasaki. Selamatlah Kitakyushu dari serangan bom atom.
Dibentuk tahun 1963, gabungan dari sejumlah daerah, yaitu Moji, Kokura, Tobata, Yawata, dan Wakamatsu, kota Kitakyushu saat ini dikenal sebagai kota yang berhasil memperbaiki kondisi lingkungan hidupnya, dari gray city kini menjadi green city. Kitakyushu acap menjadi contoh dalam studi banding kota-kota di dunia, yang berhasil dalam perbaikan lingkungan hidup.
"Saat ini Kitakyushu bukan hanya berhasil menciptakan udara dan laut bersih dari pencemaran, tetapi juga mampu mengajak industri besar menjadi industri ramah lingkungan," kata Wali Kota Kitakyushu Kenji Kitahashi kepada peserta Asian-Pacific City Summit, akhir Juli 2007.
Kota ini memiliki stasiun terpadu untuk monorel, KA dan shinkansen (KA super cepat), serta bandara internasional sehingga memudahkan akses antarkota dan antarnegara.
Selain dikenal sebagai contoh kota yang berhasil mengelola lingkungan, Kitakyushu juga dikenal memiliki Istana Kokura, warisan budaya yang berusia lebih dari 400 tahun, yang dibangun Hosokawa Tadaoki pada tahun 1603.
Pada perang sipil tahun 1866, kastil ini terbakar. Setelah itu, kota ini berubah menjadi kawasan militer dan industri. Kokura Castle baru direnovasi tahun 1959. Meskipun bangunannya bukan asli lagi, kastil ini menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik di Kitakyushu.
Riverwalk
Tujuan lainnya di Kitakyushu yang wajib dikunjungi jika berada di kota ini adalah kawasan Riverwalk, kawasan tepi Sungai Murasaki. Tempat ini dapat dicapai berjalan kaki 10 menit dari Stasiun Kokura. Lokasi ini tak jauh dari Istana Kokura dengan taman kota nan hijau.
Di kawasan Riverwalk ini, wisatawan dapat menikmati suasana tepi sungai, sambil ngopi di Starbucks Coffee atau tempat ngopi lainnya yang banyak ditemukan. Kawasan terpadu terdiri dari restoran, toko, bioskop, kafe, pusat kebudayaan dibuka tahun 2003 sebagai bagian dari kebijakan Kitakyushu Renaissance.
Riverwalk menjadi simbol pemersatu kota Kitakyushu, gabungan dari lima wilayah. Ini tercermin dari lima warna yang mendominasi bangunan Riverwalk Kitakyushu, yaitu warna merah, kuning, putih, hitam, dan coklat, representasi dari setiap distrik.
Nongkrong di kafe-kafe di sepanjang Riverwalk, menikmati matahari terbenam, akan membuat Anda terkesan dengan suasana romantis ini.
FOTO di blog ini foto suasana Riverwalk di Kitakyusshu City (atas) foto oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS, dan foto saya dengan latar belakang Kokura Castle. Terima kasih untuk Julius yang mengambil foto ini.