3 posts tagged “jawa barat”
Met Liefde Cafe, Resto Rumah Kolonial Belanda di Bogor
Jika Anda berkunjung ke Bogor, jangan lupa singgah di Met Liefde Cafe di Jalan Pangrango, kawasan "Menteng"-nya Bogor. Di sini, hadir restoran eksotis yang sebelumnya merupakan rumah peninggalan pemerintahan kolonial Belanda.
Resto yang berdiri di lahan seluas 1.800 meter persegi ini termasuk resto favorit di Bogor. "Resto ini nyaman untuk ber-hang out. Untuk ngobrol, asyik lho," kata Puti Aulia (26), pengunjung resto ini Jumat (23/2) malam. Sejumlah lukisan dipajang antara lain lukisan Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor.
Arsitek muda lulusan Universitas Katolik Parahyangan Bandung yang bekerja di Bogor Nirwana Residence ini menambahkan, beberapa menu makanan di resto ini tidak terdapat di resto lain seperti misalnya sosis jerman. Pizza di sini juga khas karena dibakar langsung dari tungku dengan kayu bakar.
Agus Mulyana (40), Supervisor Met Liefde Cafe mengatakan, menu unggulan di resto ini adalah bistik tempo doeloe seharga Rp 37.000 per porsi. Keistimewaannya, proses pembuatan steak ini dengan cara tradisional. Pizza bakar dari tungku kayu seharga Rp 39.000 juga diminati.
Sebagian besar tamu resto ini orang Jakarta, sebagian lagi ekspat. Setiap akhir pekan, Jumat, Sabtu dan Minggu, resto yang berkapasitas 120 kursi ini penuh. "Orang Belanda banyak yang datang pada musim liburan September hingga Desember. Kami bekerja sama dengan pihak Belanda untuk membawa orang Belanda datang ke sini," kata Agus.
Rumah peninggalan pemerintahan kolonial Belanda ini milik keluarga Mohede, yaitu pasangan William Alexander Mohede dan Leoni Louis Mohede. Keluarga itu memiliki anak yaitu Noortje, Grace dan Stans. Foto ketiga anak itu terpampang di resto itu, yang diambil pada tahun 1953. Foto William dan Leoni Mohede juga dipasang di sana.
Sebelum berubah menjadi Met Liefde, rumah ini disewa dan dijadikan restoran Kapulasan. Tapi sejak 1 tahun 4 bulan yang lalu, namanya berubah menjadi Met Liefde, yang memiliki slogan "The Old Fashion Way to Treat Your Tounge". Beberapa perabotan kuno tetap dipajang di sini. Semuanya milik keluarga Mohede, sang empunya rumah kuno itu.
Menikmati spaghetti, pizza, steak ataupun sosis di resto ini dalam suasana romantis, cozy dan nyaman, hmmm, pasti akan membuat Anda makin sayang dengan pasangan. (ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA)
Met Liefde Cafe, Resto Rumah Kolonial Belanda di Bogor
Jika Anda berkunjung ke Bogor, jangan lupa singgah di Met Liefde Cafe di Jalan Pangrango, kawasan "Menteng"-nya Bogor. Di sini, hadir restoran eksotis yang sebelumnya merupakan rumah peninggalan pemerintahan kolonial Belanda.
Resto yang berdiri di lahan seluas 1.800 meter persegi ini termasuk resto favorit di Bogor. "Resto ini nyaman untuk ber-hang out. Untuk ngobrol, asyik lho," kata Puti Aulia (26), pengunjung resto ini Jumat (23/2) malam. Sejumlah lukisan dipajang antara lain lukisan Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor.
Arsitek muda lulusan Universitas Katolik Parahyangan Bandung yang bekerja di Bogor Nirwana Residence ini menambahkan, beberapa menu makanan di resto ini tidak terdapat di resto lain seperti misalnya sosis jerman. Pizza di sini juga khas karena dibakar langsung dari tungku dengan kayu bakar.
Agus Mulyana (40), Supervisor Met Liefde Cafe mengatakan, menu unggulan di resto ini adalah bistik tempo doeloe seharga Rp 37.000 per porsi. Keistimewaannya, proses pembuatan steak ini dengan cara tradisional. Pizza bakar dari tungku kayu seharga Rp 39.000 juga diminati.
Sebagian besar tamu resto ini orang Jakarta, sebagian lagi ekspat. Setiap akhir pekan, Jumat, Sabtu dan Minggu, resto yang berkapasitas 120 kursi ini penuh. "Orang Belanda banyak yang datang pada musim liburan September hingga Desember. Kami bekerja sama dengan pihak Belanda untuk membawa orang Belanda datang ke sini," kata Agus.
Rumah peninggalan pemerintahan kolonial Belanda ini milik keluarga Mohede, yaitu pasangan William Alexander Mohede dan Leoni Louis Mohede. Keluarga itu memiliki anak yaitu Noortje, Grace dan Stans. Foto ketiga anak itu terpampang di resto itu, yang diambil pada tahun 1953. Foto William dan Leoni Mohede juga dipasang di sana.
Sebelum berubah menjadi Met Liefde, rumah ini disewa dan dijadikan restoran Kapulasan. Tapi sejak 1 tahun 4 bulan yang lalu, namanya berubah menjadi Met Liefde, yang memiliki slogan "The Old Fashion Way to Treat Your Tounge". Beberapa perabotan kuno tetap dipajang di sini. Semuanya milik keluarga Mohede, sang empunya rumah kuno itu.
Menikmati spaghetti, pizza, steak ataupun sosis di resto ini dalam suasana romantis, cozy dan nyaman, hmmm, pasti akan membuat Anda makin sayang dengan pasangan. (ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA)
Anda pernah ke Restoran Bistro? Restoran yang menyajikan aneka masakan barat ini berlokasi di kawasan perumahan elit Raffles Hills, Cibubur, Kota Depok, Jawa Barat.
The Bistro at Raffles Hills menawarkan suasana hotel bintang lima namun dengan harga hotel bintang tiga. Di Bistro, Anda dapat menikmati sosis penjang (tug-o-war) antara 40 cm dan 75 cm, fried chicken salad ataupun salmon grilled.
"Bistro adalah restoran keluarga. Cukup banyak keluarga dari Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang yang datang ke Bistro. Pada hari kerja, sebagian pengunjung adalah pebisnis mengingat banyak pabrik di sekitar Cibubur. Pada akhir pekan, lebih banyak pengunjung keluarga," kata General Manager Restoran Bistro, David Tong.
Bistro dikelilingi dinding kaca sehingga pengunjung dapat menikmati suasana alami di luar, termasuk suasana kolam renang Stamford Activity Club. Restorann ini didirikan tahun 2004 sebagai salah satu fasilitas Raffles Hills. "Di kawasan Cibubur, baru Bistro restoran berkelas seperti ini," kata David.
Restoran seluas 850 meter persegi ini berkapasitas 167 orang, dibuat sedemikian rupa agar pengunjung benar-benar menikmati suasana rileks di resto itu.
Salah satu ciri khas Bistro adalah masakan western dan masakan Indonesia seperti sop buntut dan seafood, mulai dari udang, ikan kerapi sampai lobster hidup. "Ikan laut dan udang ditampung di kolam tersendiri dekat restoran ini," kata David, yang pernah bekerja di salah satu restoran terkemuka di luar negeri.
General Affairs Manager Raffles Hills Sugianto Pandi menambahkan, kehadiran restoran Bistro merupakan fasilitas pelengkap perumahan Raffles Hills, yang saat ini sudah dihuni sekitar 1.000 keluarga. Raffles Hills saat ini mengembangkan rumah minimalis tahap III. Rumah-rumah minimalis ini dijual mulai dari Rp 340 juta itu cukup diminati. Raffles Hills juga memasarkan ruko dengan harga mulai dari Rp 620 juta-an.
(R. Adhi Kusumaputra)