KOMPAS
Hobi
SENSASI MENYELAM DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU
pernah menyelam di perairan ini," kata Kepala Balai Taman Nasional
Laut Kepulauan Seribu Sumarto. Kalimat bernada "tantangan" itu
mengena di hati. Menyelam? Scuba diving? Ah, mengapa tidak?
dengan KM Dephut bermesin 500 PK dan berkecepatan 40 knot itu
ditempuh dalam waktu satu jam, untuk mencapai Pulau Pramuka. Di pulau
inilah kantor Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNLKS) berdiri.
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu itu ada tempat khusus untuk
menyelam. Tempat yang dibangun sejak dua tahun lalu itu juga
sekaligus sebagai penangkaran ikan hiu. Namun tak perlu cemas, ikan
hiu muda itu tak akan lepas.
asli yang lahir di Kepulauan Seribu. Mereka kenal air sejak kecil,
laut adalah wilayah yang dikuasai. Sebelum mengenakan peralatan
menyelam (scuba diving), peserta selam diwajibkan melakukan
pemanasan, seperti halnya pemanasan olahraga.
(kaki katak), sampai tabung oksigen. "Kita mulai dengan melakukan
snorkeling dulu," kata Umar, instruktur selam. Dengansnorkeling,
keindahan biota laut dapat dilihat dengan berputar- putar di
permukaan laut, tanpa harus menyelam ke bawah laut. Jika hanya
snorkeling tetap kurang puas, karena yang dilihat hanya terbatas.
Instruktur selam lalu meminta bersiap-siap menyelam. Perasaan
waswas sempat muncul, karena ini kali pertama melakukan menyelam.
Namun, karena niat dan tujuan utama kedatangan ke Kepulauan Seribu
adalah belajar menyelam, rasa waswas pun sirna. Ternyata, tidak perlu
ada yang dicemaskan setelah berada di bawah laut.
laut yang luar biasa ciptaan Tuhan. Ada dunia lain di bawah laut yang
menakjubkan. Menyaksikan ikan berwarna- warni berseliweran di depan
wajah kita. Tiba-tiba ratusan,mungkin juga ribuan ikan kecil melintas
di dekat kita. Ikan-ikan itu seperti berbaris, ramai-ramai ke atas,
lalu ke bawah lagi.
habis-habisnya kagum dengan ciptaan Tuhan.
Di bawah laut, kita melihat terumbu karang yang menyimpan
keindahan alam. Makin jauh ke dalam, makin banyak sensasi yang
dialami. Ada ikan pari tibatiba lewat lalu bersembunyi di balik
karang di dasar laut. Waw! Sulit sekali melukiskan dengan banyak kata
karena sensasi ini harus dialami sendiri.
telinga mengalami sakit. Memang benar. Perubahan tekanan udara
menyebabkan telinga kita sakit, tetapi ini dapat diatasi dengan
mudah. "Tak perlu cemas. Tutup saja lubang hidung beberapa saat,"
kata Satibi, instruktur selam kelahiran Pulau Kelapa.
arah utara Pulau Pramuka, Rabu (13/6) pagi, perahu nelayan berhenti
di tengah laut. Dari situlah peserta menyelam ke tempat yang lebih
dalam, lebih jernih, lebih warna-warni.
hingga 12 meter sudah sangat baik," kata Saeran.
Memang, yang dibutuhkan saat menyelam adalah ketenangan. Tak
perlu panik jika, misalnya, air laut masuk ke dalam hidung atau
menyusup masuk masker. Naik perlahan-lahan ke atas permukaan laut,
perbaiki dulu peralatan, kemudian menyelam lagi dengan tenang.
menyelam. "Saya sampai ke kedalaman lebih dari 18 meter," ungkapnya,
puas.
Seribu, jangan lupa menyelamlah! Jika belum pernah menyelam sama
sekali, jangan khawatir! Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu
menyediakan instruktur selam berpengalaman.
minimal 10 orang selama tiga hari Rp 15 juta atau Rp 1,5 juta per
orang. "Ini harga paket termurah di dunia," ungkap Sumarto.
mengendarai sepeda di jalan raya. Sedangkan gangguan kesehatan yang
terjadi hanya dua, yaitu mabuk laut dan kulit terbakar, yang semuanya
dapat diatasi dengan mudah.
pada laut. Akan tetapi jika sudah pernah sekali melakukan scuba
diving, yakinlah Anda pasti ketagihan!
FOTO di blog ini foto saya seusai melakukan diving di perairan Pulau Semak Daun di Kepulauan Seribu, sedalam 12 meter. Terima kasih kepada Mas Sumarto yang mengambil gambar ini.